Rindu Patah Hati

Desiran ombak dan kicauan burung di sore hari membuat perempuan berusia 21 tahun itu menyelami kenangannya di masa lalu. Sambil menyantap pisang bakar, ia menghitung sudah berapa banyak ia menjalin hubungan dengan lawan jenis. "1, 2, 3, ah sepertinya yang ketiga itu bukan deh," tanya nya dalam hati. Ia ragu apakah laki-laki ketiga yang hadir dalam hidupnya itu dapat dikatakan pacarnya. 

"Halo rin, kamu lagi mikir apa, serius banget," tegur Nisa. Rina menggelengkan kepala sambil tersenyum malu. "Rin kamu pernah patah hati gak?," lanjut Nisa. Yang benar saja, kini Rina benar-benar bingung harus menjawab apa karna ia lupa patah hati itu rasanya seperti apa, apakah dia pernah mengalaminya atau tidak pernah sama sekali. Yang ia paham hanyalah rasa bosan mengerjakan tumpukan tugas kuliah, rasa lelah menghadapi orang-orang dalam organisasi, rasa malu tidak menyetor hapalan atau rasa berdosa karna meninggalkan kewajiban.

Rina hanya diam. Tanpa basa-basi temannya langsung mengeluarkan unek-unek yang dirasakannya. "Jadi kemarin gini rin, kamu tahu kan Amar. Aku menyimpan rasa suka padanya, terlebih lagi saat ia memberikan catatan quotes di dinding majalah kampus untuk tidak pacaran. Namun...," ungkap Nisa. "Namun apa?," tanya Rina penuh penasaran.
Nisa bergegas menceritkan bahwa 2 hari lalu sosok yang dikaguminya resmi pacaran dengan seorang adik tingkat. Nisa tidak tahan menepis tangis, air matanya berjatuhan.

***

Rina duduk melamun didalam kamar. Sekarang ia mengerti, patah hati itu saat kita mengharapkan sesuatu dan yang terjadi diluar ekspektasi. Kemudian ia mengulik kembali diary kecilnya semasa SMP hingga SMA. Ia baru ingat bahwa ia pernah mengalami patah hati. "Ah sudah lama aku tidak merasa patah hati, aku jadi rindu bagaimana rasanya patah hati," tuturnya dalam hati. 

***

Saat dikampus Ia berpapasan dengan Nisa. Lalu ia meminta Nisa untuk makan bersama sebagai permohonan maafnya karna tidak menjawab pertanyaan temannya kemarin. "Nis jujur aku bingung mau merespon kamu kemarin karena aku lupa patah hati itu seperti apa dan saat ini justru aku jadi rindu merasakannya," tutur Rina. Mendengar cerita Rina, Nisa tertawa terbahak-bahak. "Yaelah Rin, ada ada aja kamu rindu patah hati. Yang ada juga patah hati itu dihindarin," balas Nisa. "Lah iya Nis, sesekali aku juga ingin galau. Memangnya salah?," tanya Rina. Pertanyaan Rina lagi-lagi menggelitik perut Nisa. 

"Galau itu tidak salah Rin, tapi jangan galau-in perihal yang itu. Kamu beruntung loh disibukkan dengan urusan lain sehingga lupa rasanya patah hati. Kamu masih ingat kan kajian minggu lalu. Aku salah Rin, tidak sepantasnya aku berharap berlebihan sama Manusia karna hasilnya ya begini, aku jatuh terseok-seok. Seharusnya aku suka sekedarnya saja, bukan malah kepo 7 keliling dan berekspektasi yang tinggi. Doakan aku Istiqomah ya Rin," jawab Nisa. Lalu Rina turut mengaminkan doa Nisa diiringi kebingungan kenapa bakso yang ia pesan tidak kunjung datang padahal cacing diperutnya sudah memanggil.

Posting Komentar

17 Komentar

  1. cacing diperutku juga memanggil2

    BalasHapus
  2. Kalo kato jaenudin tu, "dia telah membuat tuhanya cemburu, dan kini dia paham kenapa hatinya dipatahkan" uwuwu😁

    BalasHapus
  3. Agak bingung percakapan yang akhir, yang lagi ngomong sebenarnya nisa apa rina, keknyaa itu ada typo ya😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwk Asli mbak, aku yang nulis juga rada bingung pas udah selesai, ternyata memang ada typo🤭

      Hapus
  4. Kata seseorang waktu itu, patah hati yang disengaja adalah berharap pada manusia :)

    BalasHapus
  5. Patah hati boleh tapi jangan berlarut-larut jadikan itu motivasi untuk mencari yang lebih baik hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Daripada mencari terus lebih baik berusaha menjadi yang baik hiya hiya hiya

      Hapus
  6. Wow keren banget itu Rani eh Rina maksudnya (apasih lawak kwkwk), kalau dia sampai merindukan patah hati artinya selama ini ia hidup dengan harapan dan tempat berharap yang tepat.

    btw salfok sama komentar diatas yang bilang "Kata seseorang waktu itu, patah hati yang disengaja adalah berharap pada manusia" benar banget sih. Tapi kadang-kadang juga aku tuh sering ngesok gitu, beranggapan dengan PD nya udah berharap dengan harapan yang tepat. Padahal kayaknya masih terserimpet gituu, gak tau niatnya salah atau terlalu memaksakan dan akhirnya berujung sama judul di tulisan ini :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkkw semangkaaa! Semoga kita termasuk golongan yang hatinya gak dipatahkan dengan berlabuh pada orang yang tepat dan waktu yang tepat cmiw

      Hapus
    2. Rani dan Rina, itulah diaa... (auto nyanyi hahaha)

      Hapus
  7. jika boleh sedikit saran, perhatikan penulisan "di".
    Ada yang harusnya pake spasi, ada yg harusnya tidak..

    Ayo kobarkan semangat Indonesia!
    (eh, apa sih ga nyambung wkwkkw)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wih makasih kak atas sarannya, perlu belajar lagi EYD:"

      Semangat Indonesia!

      Hapus
  8. Patah hati kok dirindukan kak😂 Luar biasa kak keren sekali, Semangat terus yah kak👍👏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mending merindukan purnama yaa hahaa...

      Hapus