Ngomongin Sampah


Zaman modernisasi membuat diri kita seringkali terbuai karna berbagai kemudahan termasuk dalam hal jual beli. Saat kita belum mengenal istilah kantong plastik, kita menggunakan kardus, paper bag atau memindahkan barang dari suatu tempat ke tempat lainnya menggunakan tangan kosong. Kantong plastik pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970-an sebagai kemasan makanan di Amerika Serikat dan tas plastik diperkenalkan sebagai alternatif kantong kertas di supermarket pada tahun 1977. Kantong plastik sendiri merupakan bagian dari sampah plastik. 

Jenis sampah plastik dapat terbagi menjadi 7 bagian yaitu PET, HDPE, PVC, LDPE, PP, PS dan O. Polyethylene Terephthalate (PET) digunakan untuk botol air minum ringan dan kemasan. High-Density Polyethylene (HDPE) digunakan sebagai botol deterjen dan botol shampoo. Polyvinyl Chloride (PVC) digunakan untuk pipa, kursi plastik dan komponen otomotif. Low Density Polyethlene (LDPE) untuk kantong plastik dan tempat makan. Polypropylene (PP) untuk tutup botol dan botol obat. Polystyrene (PS) untuk tempat makan yang kerap dikenal dengan sebutan styrofoam. Terakhir, Other (O) untuk peralatan rumah tangga, kemasan dan alat elektronik. 

Laporan World Bank (2018) mencatat ada 150 juta ton plastik di lautan dunia bahkan laporan World Economic Forum dan Ellen MacArthur Foundation memperkirakan pada tahun 2050 akan ada lebih banyak plastik dibandingkan ikan (berdasarkan berat) kecuali jika plastik digunakan secara efektif, pengurangan plastik ke sistem-sistem alami secara drastik, khususnya lautan dan penghentian penggunaan plastik berbasis fosil.

Pertanyaanya, apakah sampah plastik berbahaya?

Yap, sampah plastik memiliki efek negatif terhadap alam yaitu merusak ekosistem, mempengaruhi mikroba dan tanaman, merusak habitat, mengurangi keanekaragaman hayati dan mengancam kesehatan (Phil, 2019).

Secara nyata dampak sampah plastik ini dapat kita lihat dalam cuplikan video berikut:


Pada video tersebut terlihat seekor kura-kura yang sedang kesakitan akibat sedotan sampai berdarah.

Hmm padahal Allah itu menyukai orang-orang yang bersih secara lahir dan batin loh. Coba bayangin deh, kalo setiap manusia menerapkan pola hidup bersih. Tidak akan ada lagi hewan yang tersakiti hingga menetaskan air matanya karena sampah, lingkungan sekitar kita enak dipandang, ikan-ikan bisa mencari makan dengan leluasa, dan terlebih lagi kita bisa hidup sehat dengan kondisi air yang tidak tercemar.

Apa mungkin bayangan itu bisa jadi nyata?

Ya mungkin saja, jika kita sama-sama mau berusaha menjadi pribadi yang bersih. Misalnya meminimalisir penggunaan plastik dan kalaupun menggunakan sehabis digunakan bisa kita buang pada tempatnya. Apalagi saat kita sedang liburan berada di pegunungan, pantai, atau lautan kita merasakan keindahan alam yang begitu luar biasa dan sebagai bentuk rasa syukur, kita bisa menjaga alam dengan tidak meninggalkan jejak yang bisa mengotori alam tersebut.

Referensi:
Macuar, Beata M & Pudlowski, Zenon J. (2009). Plastic Bags-A Hazard For The Environment and A Challenge for Contemporary Enginnering Educators.
Ross, Phil Clunies. (2019). Plastics in The Environment.
World Bank. (2018). Laporan Sintesis Hotspot Sampah Laut Indonesia

Posting Komentar

8 Komentar

  1. berbicara mengenai sampah, yaa itu lah terkadang sedih. Masih banyak dari kita yang abai terkait itu.

    Sekendaknyo be, cak cak dak tau buang sampah langsung ke jalanan. PAdahal itu mengotori lingkungann

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sabar kak sabar jangan terpancing esmosišŸ˜‚

      Hapus
  2. Benar sekali kak maka beruntunglah ia seorang kreatf yang bisa mengelola sampah plastik tersebut, Semoga bisa jadi pembelajaran,
    Terimakasih dan semangat kak✨

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap bener daur ulang sampah bisa mengurangi populasi sampah di duniašŸ¤¤

      Hapus
  3. wah mantep kali lah mbak, semoga kita benar benar melek dengan kondisi bumu sekarang:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin semoga banyak yang melek dari tidurnyašŸ˜¬

      Hapus
  4. Meski kadang sepele, sampah kecil bisa mengaggu kehidupan Makhluk hidup disekitarnya. Maka pilahlah dan daur ulang sampah sehingga menjadi sesuatu yang bermanfaat:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat dek, udah ada beberapa sih ekonomi kreatif yang mengolah sampah tapi ga cukup kalo dari pribadi kita juga masih boros menggunakan plastikšŸ„ŗ

      Hapus