Review Buku: Seni Tinggal di Bumi


Belakangan ini aku beberapa kali tertampar lewat sebuah buku karangan Farah Qoonita yang berjudul "Seni Tinggal di Bumi".  Aku sangat mengapresiasi karyanya terutama di instagram, karna bagiku membuat suatu karya itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, dibutuhkan waktu extra dan berkutat pada ide. 

Buku Seni Tinggal di Bumi


Buku Seni Tinggal di Bumi

Halaman 1-5 Ia bercerita bagaimana puluhan ribu kata dalam buku tersebut tercipta. Menurutku halaman awal ini sangat berkesan terutama bagi kita yang saat ini masih terkendala menulis suatu karya karna takut, tidak ada ide, dan prasangka lainnya. Kuncinya ada pada kalimat "Untuk bisa menulis, aku harus menyambungkan tali ajaib penghubung Qoonit yang lemah, dengan pemilik Arsy di atas sana terlebih dahulu". Ya intinya perlu sekali meningkatkan kualitas ruhiyah.

Baca juga review buku lainnya
170 halaman lainnya berisi subtema seni melangkah di bumi, tentang hati yang ingin dicintai, tentang perempuan, manusia langit, dunia di sekitarmu, dan menapaki keabadian. Seluruh subtema terdiri dari beberapa judul yang ia ceritakan dengan gaya kekinian. Hal keren yang membuatku cepat menghabiskan lembar demi lembar isi buku ini adalah cara penyampaiannya. 

Jika berbicara sejarah, kita seringkali dihadapkan pada lembaran tulisan yang bertumpuk tebal dan sedikit menegangkan. Tidak ada yang masalah sih sama buku tebal, tapi jujur aja dulu aku males banget ngebaca buku tebal. Bawaannya 1 paragraf aja udah ngantuk wkwk.

Nah Teh qoonit mengupas sejarah dengan cara yang asyik buat diseluncurin. Awalnya membuka pikiran tentang kehidupan yang relate sama kita, semisalnya saat kita menghadapi kegagalan. Setelah itu, kita akan diajak mengulas kembali sejarah yang tertuang dalam Sirah Nabawiyah dan diajak menemukan solusinya.

Karena kita hidup di sepetak kerajaan-Nya, ketahui seni tinggal di sana
Sesuai dengan secuil kalimat penuh makna, buku ini rekomendasi bangettt buat kita yang mau tahu sebenarnya gimana sih seni tinggal di bumi dan gimana seharusnya hubungan kita sama Sang  Pencipta.

Btw doain aku ya bisa menulis sebagus itu:"

Posting Komentar

8 Komentar

  1. Pengen bacaa dah jd ny hehee

    BalasHapus
  2. Hmmm jadi penasaran pengen baca bukunya, otw ngumpulin uang

    BalasHapus
  3. Wah buku ini ternyata yang kemarin banyak dicari.

    BalasHapus
  4. Buku ini berharga banget buat saya. Keinget waktu guru saya kasih buku ini "dek.. mbak mau kasih sesuatu, ketemu di perpus ya" kyaaa jd rinduu

    BalasHapus
  5. Buku ini emang keren banget isinya :" Bahasanya asyik, cocok untuk orang macam saya--yang sering ngantuk kalau baca terlebih baca kisah hmm.

    Btw, Aamiin. Semoga Mbak bisa bikin buku sebagus itu atau bahkan lebih bagus dari itu, one day. :)

    BalasHapus
  6. Aamiin, semoga yah kak Pasti Kaka Bisa💪 Luar biasa kali sejarah yang di ulas dengan penyampaian menariknya 🌺

    BalasHapus